Thursday, September 10, 2009

KEBIMBANGAN HIDUP

KEBIMBANGAN HIDUP

Kebimbangan …………..pertanyaan………………adalah hal-hal yang manusiawi, kenapa begitu ? ……………apa yang harus kulakukan ?..................apa sudah benar ?.................apa nanti bisa ?...bagaimana nanti ??????????????
Banyak hal tidak dapat kita mengerti dalam kehidupan ini, kita terlalu kecil untuk mengetahui semua hal…yang ada. Pernah seorang santo juga bertanya-tanya tentang Allah…………sambil ia berjalan-jalan di tepi pantai dan memikirkan, apa yang Allah kehendaki, kenapa begitu, seperti apa Allah itu, apa rencanaNya………………………………ketemulah ia dengan seorang anak kecil yang berlari mengambil air laut dengan tangannya lalu berlari lagi ketepi pantai memasukkan air laut itu ke dalam lubang yang dibuatnya. Demikian ia berlari berulang-ulang sehingga si santo menjadi heran dan bertanya ,”apa yang kamu lakukan nak ?”,” saya ingin memindahkan semua air laut itu ke dalam lubang ini”, “ ha..ha.ha.mana mungkin nak kamu melakukan itu “, “ demikina juga kamu, mana mungkin mengetahui sang pencipta dengan otakmu yang kecil itu……….” Trus anak itu menghilang.

Dalam hidup diperlukan iman…………….sekali lagi IMAN, karena sama sekali tidak ada jaminan.apa yang akan terjadi esok, meskipun kita telah merencakan semua dengan baik mengerjakan semua dengan baik ,ataupun kita telah memiliki semua harta kekayaan duniawi ini……………………..sebagai contoh: “jogja”………… ..”aceh”…………… ….berapa ribu orang mati dan semua lenyap dalam seketika………… ……………….apa ………..? apa yang berarti ????????????? lalu untuk apa semua ini ??????????????

Disinilah diperlukan IMAN………………… …PERCAYA AKAN SEGALA SESUATU, BERHARAP PADA SEGALA SESUATU…………………… …..MENYERAHKAN SEGALA SESUATU……………………………………… ……… .lalu apa yang harus kulakukan …………………………………?????

Ada seorang santo yang sedang main kartu dan ditanya kalau sekarang kiamat apa yang mau dia lakukan ??????????? ”tetap main kartu”, jawabnya.......
Itulah iman……………… tetap main kartu, karena ia percaya Yesus akan mengurusnya……….kekhawatiran kita, kata Yesus, tidak akan dapat memutihkan atau menghitamkan satu lembarpun rambut kita. Kalau begitu apa gunanya khawatir?????????? tidak ada gunanya……………

Ibu teresa mengatakan, “ kalau sesuatu terjadi, berarti Tuhan mau itu terjadi, kalau sesuatu tidak terjadi berarti Tuhan tidak mau itu terjadi”, sederhana sekali…………..





perhatikan sekeliling kita, masih ingat lagu ” Betapa kita tidak bersyukur”

hidup makin tidak ada arti dan akan menjadi hampa kalau kita mengejar KESENANGAN, MENGUMBAR NAFSU KITA...............
Hidup akan sangat berati dan kita syukuri kalau kita hidup SEDERHANA, RENDAH HATI, LEMAH-LEMBUT...............

Terima kasih Tuhan, aku masih punya sepatu yang kubeli dibandung ini yang robek ujungnya, sepatu ini telah 4 tahun menjaga kakiku, menemaniku berjalan...........terima kasih Tuhan aku boleh memiliki celana ini, ajar aku supaya tidak mempermalukan teman-teman yang miskin kalau pakaianku, sepatuku sangat bagus dan terlalu mahal, sedang mereka memakai yang sudah usang.........Tuhan..............aku milikMu, aku cinta padaMu, aku sangat lemah...............dan tidak sempurna, banyak salah yang kulakukan, tapi Kau tetap cinta padaku, Kau tetap sayang padaku..............................aaahhhhhhhhh Tuhan...............di dalam kelemahanku, aku percaya padaMu, aku percaya akan Penyelenggaraan IlahiMu. Kau yang bekerja, Kau yang menjagaku, kalaupun aku hancur.aku hancur dalam rencanaMu......................dan bersamaMu.

Ada seorang korban perkosaan pada bu;lan mei 1998, yang sangat putus asa dalam hidupnya, yang udah tidak bergairah, yang luntang lantung di jalan raya. Suatu hari dalam hujan lebat ia berteduh di bawa halte semanggi dan melihat seorang ibu tua dengan pakaian usang yang menutupi tubuhnya dengan plastik usang.....dan dibawah plastik itu ibu itu berdoa rosario sambil gemetaran tangannya karena kedinginan. Melihat itu, wanita tadi merasa terhenyak, betapa wanita ini masih percaya pada Tuhan dalam kemiskinannya. Lihat ”Betapa kita tidak bersyukur”

Kita ada bukan untuk kita sendiri, tapi kita ada untuk orang lain...........
Tarik nafasmu.............................Tuhan terima kasih...............

Seorang pemabuk muncul di jalanan dengan kedua telinga terluka karena luka bakar, temannya bertanya, kenapa telingamu ?
”Istriku lupa mematikan setrika, maka ketika tilpun berbunyi aku keliru, yang kuangkat setrika”
” trus, telinga yang satunya lagi ?”
” si TOLOL itu menelpon lagi.”
(Mempersalahkan orang lain)

KOMPAS KEHIDUPAN

JALAN YANG TAK DI PILIH
(Robert Frost)

Jalan manapun yang anda pilih, anda tidak mungkin kembali lagi dan menjadi seorang berusia 18 tahun yang baru kuliah. Keputusan-keputusan yang kuambil dulu itulah yang telah menjadikan siapa saya hari ini. Hidup ini adalah keputusan, kecil maupun besar.
Dalam kehidupan ada saat-saat dimana kita harus memilih, ya atau tidak, kiri atau kanan, jalan atau stop. Kita sadar bahwa kita sedang berdiri di persimpangan jalan, dua jalan berpencar di sebuah hutan kuning.
Kapal besar diarahkan oleh sebuah kemudi kecil, hidup kita seringkali berubah arah karena keputusan-keputusan kecil serta kejadian-kejadian di luar dugaan.
Hidupku ini adalah “romantika kehendak Allah”.
Bimbingan Allah menuntut ketaatan kita, sekalipun tidak masuk akal bagi kita. Seperti bangsa Israel keluar dari Mesir menuju yang disebut tanah “kanaan”. Mereka berjalan 40 tahun lamanya, mengikuti awan pada siang hari dan batang api pada malam hari, kalau awan bergerak maka merekapun berangkat lagi, kalau awan berhenti merekapun mulai berkemah dan bermalam. Kadang baru berhenti, kemah belum jadi awan sudah bergerak lagi, kadang batang api/ awan berjalan terus padahal mereka sudah lelah, kadang lama sekali awan / batang api itu tidak bergerak padahal mereka sudah bosan di tempat yang lama. Itulah, terkadang Allah membuat kita terus bergerak ketika kita memilih berhenti. Jika saya ingin mengikuti Allah, maka kita harus bergerak bersamaNya. Awan itu bergerak ke Jambi, aku harus ikut bergerak ke Jambi, awan itu bergerak ke Jakarta, maka sa aikut bergerak ke Jakarta.
Maukah anda dekat dengan Allah dan mengikuti kemanapun Ia membimbing anda? Mau ! Allah menyuruh berangkat ke Jambi, maka saya akan berangkat (itu langkah I), langkah selanjutnya ? langkah 1 tahun kemudian ? Allah akan membimbing kita selangkah demi selangkah, bukan melihat 10 langkah ke depan
Ketika anda perlu mengetahuinya, anda akan mengetahuinya. Jika Allah adalah Allah dan jika anda berkomitmen untuk mengenalNya, dekat denganNya, dan melakukan kehendakNya, maka tanggung jawab terakhir berada di pundakNya untuk menjelaskan kehendakNya kepada anda.Jika jawabannya “ya”, yakinlah anda bahwa Allah akan membimbing anda kemana persisnya Ia ingin anda menuju.